STPAK AmboN Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda 28 Okt. 2009

Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009, civitas akademika STPAK Ambon menggelarkan pelbagai pertandingan dan perlombaan. Kegiatan ini dijalankan seminggu sebelum hari peringatan dirayakan……

Kegiatan ini dilaksanakan selain dalam rangka menyongsong Hari Sumpah Pemuda, juga mau menunjukkan  jati diri para Mahasiswa sebagai “Pemuda” penerus bangsa ini…..dengan unjuk kualitas dalam pertandingan dan perlombaan.

Kegitan pertandingan  dapat berupa: pertandingan bola kaki Putra dan Putri, bola Voley Putra dan Putri dll. Sedangkan perlombaan yakni: lomba membaca Kitab Suci dan Renungan, CCA, cerita mop, karaoke, poco2.. dll…….

Dalam pelbagai pertandingan dan perlombaan yang dibuat para Mahasiswa dari semester VII lah yang menjadi juara umumnya…

Selamat dan Proficiat buat segenap mahasiswa STPAK Ambon. Salam sukses

Pada Hari Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009, para Mahasiswa melakukan apel bendera bersama di ruangan Audiotorium STPAK Ambon.  Setelah selesai apel bendera para Mahasiswa melakukan refleksi masal yang dikelompokkan menurut semester. Menjelang akhir dari kegiatan ini, setiap utusan tingkat membacakan hasil refleksi mereka kepada teman2 lainnya…..

Berikut beberapa foto dari sebagian kegatan para mahasiswa STPAK Ambon dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2008 Oktober 2009

pembacaan KS dan renunganjuri baca KS dan Renunganlomba poco2lomba karaokelomba karaokelomba CCAbehind of scene 28 OKT. 09

 

 

 

Puisi KAMI BuatMU NEgeRI

“Harapanku Tinggal Kenangan”

Banyak hari yang kulewati, banyak pula beban terasa bertambah

Tak kalah kakiku tak lagi mampu melangkah, betapa lebih

terasa beratnya beban ini, kalah tangan ini tak mampu

lagi ku gerakkan, betapa terasa beratnya hidup

oh Tuhan adakah rencana-Mu yang lebih indah

kini bukan hanya  kaki dan tangan yang tak mampu

kuangkat dan gerakkan, tetapi juga mata dan

tubuh ini, tak mampu lagi untuk terbuka dan bergerak

Harapan ku, ku tinggalkan sebagai kenangan

Ku ukirkan di atas pasir dilaut, dihapus ombak

Dan yang tinggal hanyalah kenangan.

Ku ukir bahagia, suka, duka dan harapku

Lewat senyum yang terkembang dan hilang

Ditelan  waktu yang telah berlalu.

Waktu telah berakhir di ujung malam

Kini tinggal tawa yang telah lepas satu demi satu

Ingin ku baringkan tubuh ini tanpa beban

Oh Tuhan ku mohon damai Mu

Menyelimuti tidurku yang lelap ini.

 

Rianti

 

Setelah tepuk tangan riuh oleh puisi yang dibacakan Ciput, semua peserta pesta dikejutkan dengan berita telah berpulangnya temann, sahabat, Rianty Winata kepangkuan Bapa yang kekal, karena penyakit Leukimia yang dideritanya.

Seisi ruangan tenang, tiap-tiap orang sibuk dengan air mata serta kenangan yang tersimpan di benak tentang Rianti.

Setelah acara pemakaman yang meriah, aku dipanggil oleh maminya Rianti, untuk mengambil sebuah bungkusan yang berisikan sebuah diary. Aku mulai membaca dari halaman pertama dengan penuh air mata tak henti-hentinya.

Namun pada bagian tengatulisan aku dikejutkan dengan tulisan yang berbunyi:  “pertemuan hanya awal sebuah proses dari karya dan kerja. Karya dan kerja adalah harapan dan cita-cita yang patut diraih dan dikejar sampai akhir, tapi aku tak mampu mencapai semua itu, maukah kau meraihnya untukku dan bangsa ini, mewakili semua pemuda- pemudi bangsa ini.

Kini aku dan semua teman menyadari apa arti dari sebuah harapan.

Kami hanya janjikan sebuah hal. “ Semangatmu Perjuangan Kami Ke Depan “

Cerpen ini kutuliskan sebagai kenangan akan semua kaum muda yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan, bagi bangsa dan Negara tanpa dikenal.

 

Thina Naraha

“SEMANGATMU PERJUANGAN KAMI KEDEPAN”

Sebuah refleksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009

Oleh : Thina Naraha

Mami………!!!!! Terdengar suara teriakan Rianti Winata memenuhi seisi ruang dalam rumahnya.” Ada apa saying kenapa berteriak sekencang  itu”? Tanya ibunya sambil memasuki kamar tidurnya, “loh….kenapa semua barang berantakan dilantai dan wajahmu kelihatan cemas dan panik”? tanpa menjawab pertanyaan ibunya, ia sibuk mencari sesuatu diantara tumpukan barang yang berserakan di lantai . Melihat tingkahnya yang demikian  ibunya sudah tau apa yang dicarinya.

“ sayang ini yang kamu carikan”? sambil ibunya menyerahkan sebuah bungkusan kecil yang berisikan beberapa macam obat, tanpa menjawab ia mengambil bungkusan tersebut dan berjalan menujuh ruang tamu hendak ke kampus.Sebelum berangkat ibunya masih berpesan agar ia ingat makan dan meminum obatnya.

Rianti merupakan salah satu mahasiswa pada sebuah universitas di kota Ambon, dia merupakan sahabat terbaikku selama ini. Sifat kesehariannya adalah pendiam tetapi, sangat kritis  bila ada perdebatan seru dalam ruang perkuliahan maka, sudah pasti itu perdebatan antara Rianti dengan dosen atau salah satu mahasiswa lainnya.bukan itu saja sudah berbagai macam penghargaan dan piala yang disumbangkannya untuk kampus ini,lewat karya dan kerja kerasnya selama ini dalam berbagai macam mata lomba yang  diikutinya.Cuma satu yang kurang darinya yaitu pergaulan, baginya bergaul itu hanya buang tenaga dan pikiran karena yang ada Cuma perkumpulan para penggosip.

“ Hai cupiiiit……”lagi buat apa ni? Tanya Rianti padaku saat kami bertemu di kantin kampus, tanpa lupa embel-embel mencubit kedua belah pipiku. “eh..bukannya itu yang  aku buat sama kamu !kenapa kamu yang melakukannya padaku”?Tanyaku memprotes perbuatannya , sebab aku dikenal dengan sikap jahil mencubit pipi teman-teman lainnya termasuk dirnya.

“oh…gitu aja marah, akukan Cuma sengaja….,sahutnya cuek dan kembali menggeser pantatku dan dengan sikap cueknya ia menduduki tempatku.”Ran kamu hari ini beda gitu, ada apa? Kamu salah minum obat atau tidak dapat uang jajan”?tanyaku antusias , tapi seperti biasa yang ditanya cuek-cuek aja dan melanjutkan makan gorengan dan sambal yang telah di sediakan tanpa menoleh padaku.”eh bu..aku lagi tanya dijawab ke apa ke”!sahut ku kecut,tapi seperti biasa cuek dan tersenyum manis pada ku dasar RAKUS…..sahut ku kesal.

Ran hari ini ada lomba debat seputar permasalahan kaum muda dan karya para pemuda bangsa ini dari  tahun 40an sampai saat ini,gimana tanggapan kamu”?”biasa aja,emangnya ada apa”?aku yang tanya bukannya jawab eh malah balik bertanya dan cuek lagi! Cupit sayang…aku udah siapkan materinya dan udah diberikan ke Ice dan Linda untuk dipelajari  jadi jangan marah gitu dan satu lagi jangan lupa bayar gorengannya”.

 

Selamat pagi pa…..oh kamu Ran mari silakan masuk,ada hal penting yang ingin bapak sampaikan pada mu..!hari rabu depan ada debat antar propinsi seputar peranan kaum muda dan yang penting adalah yang menjadi juara akan menjadi perwakilan dalam ajang debat internasional di Autralia nantinya.bapak tau apa yang kamu pikirkan, bapak sudah menghubungi Linda selaku ketua sema dan telah mengatur semuanya ,jadi bapak harap kamu dan beberapa teman yang telah di tunjuk agar dapat memberikan yang terbaik”.”baik pa, aku berjanji memberikan yang terbaik”.

Setelah pertemuan singkat dengan wali formasi, Rianti melanjutkan aktifitasnya di markas besarnya alias ‘perpus’maklum kutu buku yang lagi kejar tayang.

Tiba-tiba seisi kampus dikejutkan  dengan kabar Rianti pingsan di perpus dengan banyak darah yang keluar dari hidungnya. selama ini tidak terlihat ataupun terdengar ia mengeluh seputar kesehatannya. Setibanya dirumah sakit, aku menelpon kedua orang tua Rianti serta ketiga kakanya dan terdengar jelas kepanikan dalam keluarga itu. Sepuluh menit kemudian semua keluarga Rianti telah bergabung bersama dalam ruang tunggu rumah sakit. Dalam hati aku hanya bertanya-tanya tanpa ada jawaban yang pasti, sakit apakah manusia ini?                                                                          Tiga hari kemudian “Cupiiiiiiiiiiit……….!!!!!!!” Ya Tuhan jantungku hampir copot alias lepas. ”Ran bukannya kamu masih harus dirawat“? tanyaku penuh kecemasan, tapi seperti biasa cuek, diam dan senyum, ”Ran kamu ini kenapa sih, tiap ditanya tidak perna ada jawaban “sahutku kesal “ah perasaan kamu aja  kali hehehe” oh Tuhan ini manusia atau pohon si ? ”oh ya Cupit ni ada materi untuk debat nanti tolong kasih ke Linda,Ice dan Anton ya, aku mau keluar sebentar, ”kamu mau kemana“? ”biasa  mohon bimbingan dan kekuatan dari Bapa dirumahnya” lalu ia beranjak menuju Gereja yang berada di samping kampus. Aku hanya bisa berharap apa yang dia minta dan mohonkan dapat terkabul.

Saat memasuki ruang kuliah tanpa dikomando serentak semua teman-teman pria berdiri dan mempersilakan Rianti untuk menduduki tempat yang telah mereka sediakan. Terlihat jelas betapa kikuknya Rianti saat menghadapi situasi seperti ini maklum ia tak pernah akrab dengan teman-teman lain selain aku.

Hahaha… ada artis baru ni di kampus, mau juga dong ungkapku untuk mencairkan suasana yang terlihat agak berbeda.

Eh ada yang lihat Rianty tidak? Tidak tau! Jawab beberapa teman yang aku tanyai. Leo kamu lihat Rianti tidak? Oh Rianti…, aku tadi melihatnya kearah perpus  gitu!  Makasih ya… dengan setengah berlari aku menemuinya di perpus.  Hai Ran, ini surat pemberitahuan dari pusat aku tidak tau apa isinya tapi yang jelas kita siap-siap partty  ni. Eit tunggu dulu  jangan di sobek, ayo kita cari Linda dan memberikan padanya, diakan ketua Sema, tidak baik melanggar profesi orang lain oke!!! Oke bos ayo kita cari dia.

Beberapa saat kemudian terdengar suara dari mikrofon kampus yang sudah mulai usang dimakan waktu memanggil-memanggil semua mahasiswa untuk mengadakan konferensi umum di Aula Kampus. Berita gembira pertama yang didapatkan ialah, kampus kami mendapatkan juara satu debat antar propinsi di tingkat nasional dan berita yang lebih hebat lagi perwakilan dari kampus kami yang akan mengikuti debat pada tingkat Internasional, oleh karena  itu diharapkan kerjasama  baik dari kelompok yang akan berlomba  maupun kita sekalian.

Akhirnya hidup … STPAK………

 

Persiapan demi persiapan pun dilaksanakan dan tepat pada hari yang ditentukan  semua mahasiswa mengantar rombongan yang terdiri dari  Mira, Rianty, Resky, Hendra, dan Rony serta dua orang dosen menuju bandara dan berangkat menuju Australia.

Setelah kurang lebih dua minggu mengikuti lomba, akhirnya rombongan itu kembali dengan kemenangan mutlak di tangan, tetapi ada kesedihan sebab Ranti sakit kembali dan harus masuk rumah sakit lagi. Akhirnya partty malam ucapan syukur yang diadakan di kampus tanpa kehadiran Rianti. Ia hanya menitip secarik kertas yang bertuliskan sebuah puisi. Saat acara berlangsung meriah Cupit naik ke panggung dengan menggenggam kertas tersebut dan meminta perhatian teman-teman dan semua hadirin yang ada dan membacanya:

Perayaan HUT Ketua STPAK

Pada tanggal 10-08-2009 segenap civitas akademika STPAK Ambon merayakan HUT dari Ketua STPAK Ambon, P. John Luturmas, Pr. Perayaan ini diawali dengan merayakan perayaan Ekaristi bersama di kapel STPAK Ambon. Perayaan Ekaristi dipimpin olah sang jubilaris dan conselebran P. Bohm, MSC. Misa berlangsung dengan meriah dengan koor yang dibawakan oleh para mahasiswa semester VII.P. John L, memimpin misa dalam Perayaan HUT nya ke-43

P. John L. Pr, pemimpin perayaan Ekaristi pada HUT nyaanggota koor semester VII

Setelah merayakan Ekaristi bersama dilanjutkan dengan acara rama tamah bersama di audiotorium STPAK Ambon. Pelbagai atraksipun digelar mewarnai kegembiraan perayaan HUT ini. Di tengah kegembiraan ini para mahasiswa semester V membarikan kado yang sangat luar biasa.  Mereka memberikan sebuah lukisan bergambarkan wajah P. John, Pr. Acara HUT ini di akhiri dengan mengadakan pertandingan Bola Voley putra dan Putri berdasarkan semester.

kado lukisanpembagian kue ULTAHdisko ala India

PENYESALAN

Karya Inya

Kita berdiri dalam debu

Tapi kita tak sadar

Kita di bui mimpi buaian

Nikmat belaka

Kodratnya bukan itu

Tapi mengapa seperti itu

Kita tonjolkan diri yang bukan kodratnya

Kita menukar diri dengan rasa mati

Kita bumbut jiwa dengan noda hitam

Raga tercebur dalam telaga tubuh hampa

Dan kita meringgis dalam penyesalan bodoh

Kita termakan dalam tobat sesaat

Aliran dara mati meresap dalam tubuh busuk

Bulir-bulir duka meneriakan goresan cela

Mengapa kita tidak berlari dari jiwa cela ?

Tubuh menyimpan bidah dalam raga luka

Kita menyatapi bidah dalam hari buntu

Apakah ada penyesalan tulus  ?

TAKUT

Karya Inya

Tatapan jauh kosong

Ku peluk

Tarian sepi ku persembahkan

Untuk dunia penuh warna

Di sudut mata ku lihat ketidak adilan

Terpampang

Ingin ku ceritakan

Dalam dunia

Tapi apa daya

Ku tak dapat

Yang ku punya hanya tubuh

Tak bernyawa

Kering diatas lepas hari

Penuh caci maki

Penuh muntaan sumpah

Jembatan sudah ada

Tinggi ku sebrangi

Kekuatan tak ada

Takut …….. takut

Beri aku daya kasih

MASA MUDAKU

Karya Inya

Kutelusuri tebing-tebing hidup apa

Ku lelah dalam terjalnya hidup

Ku kayuh kakiku yang tertati

Terseok dalam ganasnya petualangku

Aku bukan aku lagi

Dan aku tertinggal termakan oleh bodohku,

Bingingku, malasku

Aku tertindih batu, batu nasib

Yang menahanku dalam prinsip konyol

Di sisi hati, berontak dalam semangat

Meneriakan kehidupan lain

Dan kuberlari dalam

Putaran teriakan semangat itu

Dan kuingin hidup

Kuingin hidup dalam jawaban pasti

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.