PENYESALAN

Karya Inya

Kita berdiri dalam debu

Tapi kita tak sadar

Kita di bui mimpi buaian

Nikmat belaka

Kodratnya bukan itu

Tapi mengapa seperti itu

Kita tonjolkan diri yang bukan kodratnya

Kita menukar diri dengan rasa mati

Kita bumbut jiwa dengan noda hitam

Raga tercebur dalam telaga tubuh hampa

Dan kita meringgis dalam penyesalan bodoh

Kita termakan dalam tobat sesaat

Aliran dara mati meresap dalam tubuh busuk

Bulir-bulir duka meneriakan goresan cela

Mengapa kita tidak berlari dari jiwa cela ?

Tubuh menyimpan bidah dalam raga luka

Kita menyatapi bidah dalam hari buntu

Apakah ada penyesalan tulus  ?

Iklan

TAKUT

Karya Inya

Tatapan jauh kosong

Ku peluk

Tarian sepi ku persembahkan

Untuk dunia penuh warna

Di sudut mata ku lihat ketidak adilan

Terpampang

Ingin ku ceritakan

Dalam dunia

Tapi apa daya

Ku tak dapat

Yang ku punya hanya tubuh

Tak bernyawa

Kering diatas lepas hari

Penuh caci maki

Penuh muntaan sumpah

Jembatan sudah ada

Tinggi ku sebrangi

Kekuatan tak ada

Takut …….. takut

Beri aku daya kasih

MASA MUDAKU

Karya Inya

Kutelusuri tebing-tebing hidup apa

Ku lelah dalam terjalnya hidup

Ku kayuh kakiku yang tertati

Terseok dalam ganasnya petualangku

Aku bukan aku lagi

Dan aku tertinggal termakan oleh bodohku,

Bingingku, malasku

Aku tertindih batu, batu nasib

Yang menahanku dalam prinsip konyol

Di sisi hati, berontak dalam semangat

Meneriakan kehidupan lain

Dan kuberlari dalam

Putaran teriakan semangat itu

Dan kuingin hidup

Kuingin hidup dalam jawaban pasti

TERIAKAN GOLGOTA

Karya Inya

Aku melihatmu diatas mimbar kudus

Di balut jubah kudus

Ketika itu kau hilang

Dalam balutan jubah palsu

Kau toreh bangkai busuk di jubali kudusku

Penuh noda yang tak terhapus

Mimbar kudusku kau injak dengan kaki dengkimu

Jubah kudus tersulap hanya realita kosong

Dan kepalsuan terselip membutakan

Mata yang buta telah buta melihat

Dalam kebutaan

Hingga mata iman mengoyak

Kebutaan itu tapi

Kau tetap angkuh dalam jubah palsuMu

Topeng jubah putih kau jadikan bentengMu

Topeng jubah putih pelindung sejatiMu

Tobat selalu berteriak

Di balik jubah kudusku

Tapi tak pernah kau bawah

Dalam hatimu

Hingga dosa mengoyak

dagingMu yamg busuk

dalam kuburan hari

BISAH-BISAH MALAM

Karya Inya

Gerimis di senja yang buta

Dan gelap mengerayangi senja

Temaran di telan bumi buntu

Burung-burung mati seakaan

Dan tekukur pun berhenti bernyanyi

Singga lapar terkatup seakan tak bernyawa

Dan kaki-kaki patah menitih malam bodoh

Terseok dalam kerlik munafik

Sosok tubuh terbuih dalam dingin malam

Dan beriang dalam botol-botol gila

Hasrat mencuak menggoyakan

Ketegaran hati

Bisa-bisa malam melebarkan sayap

Menodai raga bego

Gemerlap malam palsu

Dan hari indah yang meneriakan

Dalam kerentangan

Dan malam menyingingkan senyuman duka

Dan bumi menangis dalam doa

JENDELA PUISI

PERJALANAN

Karya Inya

Korbankan diri harus ka   ?

Haruska asa terputus

Terputus sampai di sini

Jalan-jalan buntu terentang

Meruakan kengerian

Ku telusuri tak secuil ketegaran

Ku jalani tanpa setitik kecerahan

Mampuka menerobos,

Menerobos kengerian itu  ?

O …………  jiwa mekana

Tersiksa tanpa ujung

Luka mengaga

Menangis ingin di obati

Bisul duka bernana yang timbul

Di rongga jiwa

Merindukan kesembuhan

Adakah keajaiban

Hingga dapat ku berharap

Adaka  ?

Harapku